Sunday, 22 July 2012

Sebuah Elegi

"Kalau aku suatu saat entah kapan berusaha meruntuhkan apa yang sudah menjadi tembok pemisah kita, apa kamu bakalan mau nungguin aku ?"
-Kamu -

Ombak dan angin di pantai ini bener-bener nggak bersahabat. Entah karena melihatku yang masih membisu memandangi mereka atau mungkin karena aku datang diwaktu yang tidak tepat untuk dirasakan. Tapi siang ini tidak mengecewakan untuk datang kesini, ke pantai ini. Tidak terlalu terik memang, walaupun dengan angin yang cukup kencang. Aku dan kamu hanya diam dengan berjuta pikiran masing-masing. Entah apa yang kamu pikirkan begitu juga aku. Sesekali aku bertanya untuk kesekian kali padamu barangkali ada yang ingin kamu sampaikan. Tapi kamu tetap asik dengan asap dan elegimu yang melekat kuat. Aku tidak memaksamu untuk berbicara sekarang. Tidak juga untuk berkata-kata mesra. Karena jelas kita bukan siapa-siapa. Aku hanya ingin bertanya kepada Sang Pencipta, kenapa harus dia ? Setelah beberapa saat kemudian entah siapa yang memulai kita sudah masuk dalam sebuah cerita. Kita tersimpan dalam sebuah memori kecil untuk masa depan. Tanganmu mulai erat menggenggamku seakan aku tidak diperbolehkan mengisi celah-celah jari dengan yang lain. Kamu mencurahkan semuanya, walaupun sebenarnya tidak ada satupun kata romantis yang keluar, tapi bagiku ini adalah yang paling romantis. Karena aku tau sampai detik ini kamu masih saja berusaha untuk merobohkan apa yang sudah kamu bangun sendiri dengan kuatnya. Masih berpikir keras untuk menerima resiko kemudian, ketika kamu menyadari ini adalah masalah waktu. Kamu dan aku tidak mau menghabiskan waktu dengan kesalahan konyol sebelum kita sempat saling menjaga. Aku masih tetap dengan -tidak memaksamu- untuk memiliki perasaan yang sama, karena dari awal aku hanya menjaga apa yang sudah aku perjuangkan dengan matang. Sudah aku bilang berkali-kali, aku tetap disini ketika kamu akan mulai bercerita tentang kita atau mungkin bersiap mundur. Ini adalah bagian dari resiko apa yang sudah aku pilih mungkin. Begitu juga denganmu. 
Ich brauche dich Sid !
 
One day you'll love me, the way I loved you. One day you'll think of me the way I thought of you.
Actually, Hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies ! whoo-hoo.

Thursday, 19 July 2012

Pallawa Hitam dan Bermakna Selamanya


Aku memandang terus tulisan melingkar yang tidak semua orang bisa membacanya. Aku bisa membacanya karena memang waktu kecil diwajibkan untuk bisa membaca tulisan jaman awal kerajaan Kutai. Aksara yang berasal dari Dinasti Pallava yang pernah berkuasa di selatan India tersebut menorehkan  makna yang sangat jelas. Ini tentang identitas. Entah apa yang terpikirkan ketika guratan itu menyentuh bagian tubuh. Entah rasa bangga atau terlalu menyayangi sang empunya nama.  Yang jelas sangat beruntung sekali ketika sebuah identitas terukir untuk selamanya diatas media apapun.  Ini bukan sebagai media perantara dan pengingat saja. Ini karena dibawa oleh perasaan bangga dan ingin diakui seantero jagad raya ini adalah maha karya. Atau bahkan ini bukan sekedar karya, ini adalah sayatan tinta yang menembus kulit dan dipersembahkan untuk sang pelita jiwa. Ini bukan hanya sebagai ajang penyelarasan dan simbol kedewasaan, ini adalah pembawa ketenangan dan pengungkapan publik. Bangganya jadi sang pujaan hati. Ketika sabuah tinta tergores manis dan bersarang selamanya. Tidak ada satupun yang bisa menggesernya untuk hilang dan terhapus kecuali tinta itu sendiri. Seolah berikrar untuk selamanya dihati. Aku sedikit berimajinasi  menempatkan posisiku seperti siapa yang tergores namanya. Aku menarik nafas dalam-dalam dan merasakan sesuatu yang luar biasa hebatnya ketika tau akan ada namaku disetiap geraknya, disetiap sudut tujuan ketika dia melangkah dan disetiap keadaan dimana dia akan lompat kegirangan atau bermuram durjana.  Aku akan berganti posisi dimana aku akan menjadi yang tergores oleh suatu nama. Lagi-lagi aku menghela nafas panjang  Aku merasakan euphoria yang sangat hebat ketika tulisan itu tergores disamping organ tubuh ini. Luapan rasa bangga terus mengalir. Menunjukkan bahwa dialah sang penyemangat jiwa satu-satunya dan tidak akan tergantikan. Membuktikan bahwa dialah satu-satunya yang terikat denganku entah sampai kapan. Mungkin sampai waktunya tiba dan dia sendiri yang berusaha melepaskan ikatan ini.

Note : bergembiralah karena pernah menjadi goresan masa lalu. Karena waktu terus berjalan dan tidak akan pernah sama. Bergembiralah ketika ada nama kalian dikehidupan orang ketika dia bermain dengan masa lalu, masa sekarang atau hingga masa depan :)

“The past is never dead. It's not even past.”


Berproseslah Denganku

Aku masih terjaga ketika jam sudah menunjukkan sudut runcing terbalik seperti segitiga. Ini sudah pagi sekali ketika pikiran ini masih saja terpaku dengan hebatnya kearahmu. Kamu masih saja menjadi sebuah pondasi untuk aku bercerita hari ini. Proses untuk menjadi sebuah 'kita' adalah tidak mudah memang. Harus melewati sepersekian rasa tidak pasti yang hambar. Bahkan untuk menatapmu lama saja aku tidak bisa. Tapi sekarang jangankan untuk memanggil dan menyebut namamu, bersandar di bahumu adalah kegemaranku. Aroma khas badan ini adalah seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, ini adalah aroma penyemangat jiwa. Proses ini belum termasuk proses panjang memang, tapi aku sudah tidak punya kemauan untuk mundur lagi. Tapi belum berarti dengan gagahnya aku melangkah. Aku juga hanya punya sedikit nyali untuk mengajakmu berproses denganku. Ya, masih dengan alasan kuat sebelumnya, karena kamu memasang tembok pembatas kepada harapanku. Ini masih sangat kuat untuk aku lampaui. Jadi ketika kamu mempertanyakan kepastian, aku masih menjawab dengan jawaban yang sama. Aku tetap disini dengan posisi berjuang. Entah apa posisimu, berproseslah denganku ! 


I used to want a relationship with no strings attached, but then I realized the strings are what holds a real relationship together #DamnItsTrue !


Note : nur die Zeit beantworten können

Monday, 16 July 2012

Cupcakes Terabaikan

Ini bukan sama sekali sogokan seperti yang kamu bilang. Ini adalah bukti bahwa setiap kecil impianmu aku rekam dengan cepatnya di memori otak. Pikirku, ini bakal jadi bahan, biar harimu selalu berwarna. Aku tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk sekedar mendapatkan senyum kebanggan yang biasa kamu berikan padaku. Aku tinggal memutar kembali apa yang sudah terekam dan mewujdkannya dengan nyata. Tapi aku salah besar. Cupcakes mini yang aku berikan dipandang sebelah mata. Jatuh seketika adalah ketika usahamu untuk sekedar memberi perhatian kecil dipandang negatif. Hancur berkeping-keping seperti dihujani beribu-ribu jarum diatas kepala, menyayat sepersekiancelah dihati. Mengikis paksa sebuah harapan kecil dihati bahwa kamu akan tersenyum setelah melihat cupcakes ini. Tapi mungkin pikiran ini hanya pikiran yang berlebihan saja. Aku yang terlalu berharap kamu akan kembali lagi seperti dulu, kita sama-sama saling bercerita dengan cerianya, kita sama-sama saling meghabiskan waktu sekedar bermain dengan harapan. Ini adalah cupcakes kesukaanmu yang kembali terabaikan.Ini hanya sebuah cupcakes yang percuma untuk bisa dinikmati sang pujaan hati. Ini hanya sebuah media pernohonan maaf sudah membuatmu kecewa. Tapi kali ini aku yang mengantongi kata kecewa, karena apapun usahaku akan terlihat sama dan percuma. Jadi apa yang bisa aku lakukan sekarang selain diam dan menunggu waktu yang menjadi penengah antara aku dan kamu.

Note : Cupcakes ini hanya sebuah media permohonan maaf membuat harimu kelabu, tapi bukan sebagai upaya penyuapan untuk bisa memaafkan aku. Kamu terlalu jauh untuk sekedar memikirkan hal negatif. Anggap saja ini cupcakes terakhir yang terabaikan.

Sunday, 15 July 2012

Harmoni Hari Ini


A negative judgment gives you more satisfaction than praise, provided it smacks of jealousy, Sid !

Aku mengusapkan mata ketika bersiap mengulas cerita ini. Hari ini terlalu kompleks untuk diceritakan sebenarnya. Semua bertumpu dengan kecerian dan tertumpah oleh sebuah bom waktu yang menjadi penyekat dimana sebuah posisi diambang batas penyesuaian akan segera berakhir atau terus berjuang. Aku merasakan gelak tawa, pelukan hangat dan tetesan airmata dalam waktu hampir bersamaan. Ketika aku baru saja akan berbicara dengan Tuhan, entah mungkin dengan keterlambatan yang fatal, tentang serunya hari ini, aku ditunjukkan sebuah cerita lain yang membuatku merasakan perasaan sakit hingga disendi-sendi tulang. Ini terlalu cepat Tuhan untuk sekedar mengganti alur cerita. Baru saja aku menemukan tempat yang nyaman untuk saling berbagi, lalu dihadapkan dengan sebuah elegi yang tidak berperasaan ini. Aku baru saja akan ber ikrar untuk selalu menjaga perasaan ini hingga dia menemukan yang lebih baik. Belum sempat aku merasakan diperjuangkan dengan pastinya, aku sudah dipaksa untuk merasakan lagi apa yang sudah pernah dan berkali-kali mencabikku dengan sengatan panas. Ini lebih dari sekedar patah hati. Ketika aku dan dia mempunyai perasaan yang sama tetapi dia bersikeras untuk mematok tembok-tembok pembatas, dan berusaha mengikis perasaan ini sedikit demi sedikit untuk tidak berkembang sebagaimana mestinya. Aku yang masih berusaha membiarkan perasaan ini dengan bebasnya tumbuh  sedangkan diwaktu bersamaan kamu mengikisnya dengan lantang dan tanpa perasaan sendu sekalipun. Aku terus membiarkan perasaan ini tumbuh walaupun dengan batas yang ada sedangkan perasaanmu sudah tertanam dengan diamnya. Tidak ada lagi tentang kita, mungkin. Kecuali kamu sendiri yang menggalinya dan menyiramnya kembali. Aku yakin perasaan ini akan cepat kembali hadir. Karena aku tidak akan kemana-mana. Karena aku akan tetap ada disini untuk sekedar meminta kepastian pada Tuhan, untuk menjaga harimu agar selalu berwarna :)


 "If i am really a part of your dream, you'll come back one day"
- Paulo Coelho -
Kembalilah Secepatnya, Sid !

Saturday, 14 July 2012

Ketika Selamanya Ada Batasnya

// I love you forever. I guess forever means until you find someone better \\ 

Ketika disudutkan dengan kata-kata diatas, maka aku akan menganggukkan kepala untuk sekedar menyetujui makna yang terungkapkan. Tidak semua hal memang, ketika selamanya mempunya batasan yang membuat orang tidak bertahan dengan suatu posisi. Ini sama juga halnya ketika aku melontarkan kata-kata yang memaknai bahwa aku membutuhkan sebuah sosok yaitu -kamu. Memang aku akan berikrar setia untuk menjaga perasaan ini padamu selamanya. Tapi selamanya yang aku maksud bukan tanpa batasan. Yah, aku pikir apa yang mesti aku harapkan pada 'selamanya' ketika dengan gamblingnya kamu menemukan sosok lainnya. Bahkan mungkin lebih sempurna ketika disandingkan denganku yang hanya sepotong kecil bagian ceritamu. Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk bisa melawan cerita yang bertautan dengan waktu ini. Aku rasa apa yang mesti dilawan untuk sekedar berpikir kalau tidak semua hal di dunia ini berakhir selamanya. Ego ini sangat kental bertahan ketika diri sendiri menekukkan wajah dalam-dalam dan bersikeras tidak mampu melawan waktu. Ketika semua rasa telah dipersembahkan dengan matangnya, aku tidak mau lagi ada luka. Jadi sebelum kamu menentukan pilihan, coba carilah yang terbaik, bukan yang selalu enak dipandang, tapi yang bisa membawa kebahagian dalam bentuk apapun. Walaupun hanya dengan sebuah senyuman.


//You can ignore me for as long as you like. but you cant change the memories that i brought into your life\\

Friday, 13 July 2012

Sebuah Coretan Kecil

Love shouldn't be about jealousy or anything like that. It should be about commitment and being able to trust that person. If you can't have that from the get-go, there's a problem.


Ceria ini hilang ketika kamu mulai membicarakan yang sudah tersimpan rapat di antara masa-masamu yang lalu. Senyum ini sudah enggan untuk muncul lagi, sekedar terulas tipis disetiap sudut bibir. Ini karena kamu melontarkan kecerian masa lalu yang sangat pasti tidak bisa aku dapatkan. Jadi jauhkan saja harapan semu yang baru saja kamu perbincangkan. Tidak seharusnya perasaan gelisah dan tidak terima ini muncul. Ini salah. Tidak seharusnya aku punya perasaan cemburu seperti ini. Ketika kamu bukan seutuhnya milikku. Ini hanya gurauan keadaan dimana ketika aku lengah dan malas untuk menanggapi sebuah prinsipmu yang sangat kental dengan sebuah paham idealisme. Aku muak sebenarnya. Ketika aku juga ikut terperosok ke dalam situasi yang kamu buat, sekedar untuk menutupi diri dan bersikeras untuk tidak menjilat ludah sendiri. Padahal aku dan kamu diberi kesempatan untuk bisa merasakan perasaan yang bisa diagungkan ini. Tapi kamu tetap dengan frase kekuatan paham yang kamu anut. Aku semakin malas dengan perasaan cemburu ini. Mengoyak dan mencabik bersamaan. Dan semakin perih ketika kamu dengan bangganya menceritakan kembali sebuah kotak kenangan yang paling lugu sekalipun. Aku ambil sebuah spidol warna dan aku tuliskan sebuah kata sederhana penarik jiwa. Aku sematkan namanya di dalam telapak tangan ini. Dan semoga kamu tau, aku hanya manusia yang mempunyai keterbatasan dalam hal ini. Ketika perasaan ini dengan gemuruhnya berontak ketika kamu menyebutkan namanya kembali beserta dengan apa yang telah kalian lakukan di masa-masa terik dan terdahulu.


//I LOVE YOU, SID 
AND I ALWAYS DO//

Thursday, 12 July 2012

Beranikan Diri Untuk Sekedar Bermimpi

WHEN YOU LOVE SOMEONE
ENDAH N RHESA


I love you but it's not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you're still in my dream
And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence

When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will lose your chance
To make your dreams come true...

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And I can't stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

And I never thought that I'm so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong
Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way....
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...


Memberanikan diri untuk sekedar punya mimpi adalah usaha yang gampang-gampang susah. Tidak gampang karena untuk membangun sebuah mimpi kita harus mencari posisi yang paling nyaman untuk menyandarkan badan dan bersiap untuk terlelap dari kehidupan nyata. Bermimpi untuk memilikimu adalah sebagian dari doa pengantar tidurku. Ketika berbicara dengan Tuhan, untuk menyeimbangkan mimpi ini agar tidak membawaku terlalu jauh, aku seolah mengerti, tidak semua mimpi akan utuh ketika sang empunya terjaga. Ada yang buram ada yang terlihat jelas. begitu juga dengan sebuah harapan. Ada yang sesuai dan ada yang sedikit menyimpang. Ketika aku tersudutkan oleh sebuah mimpi bersamamu, aku akan segera memanfaatkan kesempatan ini untuk bertannya sebelum aku ditarik kembali ke alam nyata. 'Apakah kamu ingin bermimpi yang sama denganku ?'

Jawablah ketika aku sudah mulai terjaga.  Apapun jawabanmu, cuma bisa aku temukan ketika mimpi kita sama. Sampai jumpa dan selamat terlelap seketika !

Wednesday, 11 July 2012

"Ini Rahasia Tuhan !", Kata Papa

Kali ini Tuhan biarkan aku mengolah sebuah cerita bersama-Mu. Lewat tulisan ini aku akan bercerita dan sekedar bertanya apa yang aku tidak tau. Pagi ini aku dihinggapi perasaan yang bercampur aduk ketika pertama kalinyanya papa mengajakku sekedar berbicara ringan. Tapi entah kenapa papa kali ini berusaha dengan sangat hati-hati mengubah topik pembicaraan dari akademis menjadi non akademis. Bahkan mungkin ini sudah terlalu jauh memasuki ruang pribadi dan batas kehidupan seorang anak perempuan satu-satunya. Aku mulai menelan ludah. Sepertinya ini tentang-Mu Tuhan. Ini tentang garis keras yang Kau bentangkan kepadaku untuk bisa merasakan suatu perasaan yang indah. Dan benar, papa memintaku untuk menyusun sebuah pembatas untuk suatu perbedaan yang sudah digariskan sejak lahir ini. Aku mempertanyakan pada papa, Kenapa Tuhan mempersilahkan umatnya untuk menyebut-Nya dengan beragam penyebutan. Kenapa tidak diseragamkan saja biar kami sama-sama bisa bebas menentukan perasaan? Kenapa justru perbedaan ini harus dipisah dibatasi tembok besar yang sangat tinggi ? Dari kecil aku tidak pernah diajarkan untuk mempunyai lebih dari satu Tuhan. Tapi aku masih heran ketika orang-orang bersikeras berlomba-lomba untuk sekedar pamer ketika yang mereka sebut Tuhan adalah yang paling Esa. Yang paling Esa adalah Tuhan yang ada dalam diri kita. Apapun keyakinannya menurutku cuma manusia yang selalu membuat semua ini berbeda. Kata papa, " Ini Rahasia Tuhan" . Apa yang menjadi rahasia Tuhan selalu dan akan selamanya seperti itu. Apakah ini adil Tuhan? Ketika Kau sematkan sebuah perasaan yang sederhana ini untuk seorang yang aku sayangi, tapi Kau batasi juga dengan tembok-tembok besar tanpa pintu  ketika semua ini diperjuangkan dengan matangnya, ketika tidak ada lagi jalan lain yang Kau persiapkan, apakah harus aku hancurkan tembok yang tak beraturan ini ? Atau aku harus mundur dengan resiko tidak akan kembali dengan cerita yang sama ?

Jadikan ini tetap Rahasia-Mu Tuhan. Aku akan terus mencari jalannya untuk bisa sama-sama berjuang. Demi sebuah perasaan sederhana ini. Demi Tuhanku dan sebuah keyakinan. Demi kamu yang sudah terlalu dalam memintaku untuk terus mencari celah. 
Love will find a way !
I love you, Sid 

Sunday, 8 July 2012

Genggaman Tak Terabaikan

Seharian ini aku tidak mengenal kata lelah untuk tersenyum. Yah. Ini karena kamu. Kamu yang membuat aturan untuk selalu tersenyum hari ini. Walaupun dalam keadaan tidak terlalu sehat sekalipun, kamu memintaku untuk mengembangkan sebuah senyuman. Entah bagaimana bentukku sekarang, yang jelas katanya, aku jelek kalau cemberut. Padahal aku tau dengan pasti, sebuah senyuman tidak juga megubahku menjadi seorang putri cantik jelita. Aku mencoba berbicara pada Tuhan, sekedar memberi laporan untuk hari ini, dan mencoba berterima kasih karena Dia lah, hari ini kamu menggenggam tanganku. Dengan entah sudah berapa kali genggaman tanganmu ini menjadi sebuah alasan kenapa hari ini terlalu bewarna. Aku berpura-pura biasa saja, walaupun tanpa kamu tau, aku selalu menjaga biar genggaman ini tidak terlepas dan berakhir begitu saja. Kamu menjagaku seharian ini dengan cara yang berbeda. Kamu membuat aku seperti berada ditempat paling nyaman di dunia ini. Walapun kita sebenernya masih berada dalam diam, tapi kali ini kita berjalan berdampingan dan kamu mengubah posisi dengan menggenggam tanganku dengan kuatnya. Aku kembali tersenyum. Melihat di sela-sela jariku ada jarimu. Sela-sela jari yang selama ini tidak terisi dan sendiri sekarang sudah dengan eratnya memeluk jari-jarimu. Aku masih dengan sulas senyuman dan memberi tanda pada Tuhan, untuk cerita kali ini, aku yang sudah banyak menyumbangkan senyuman. Ini demi kamu. Aku mencoba untuk selalu menjaga harimu. Genggamlah tanganku seperti ini, aku tidak akan berbicara pada harapan, tapi aku akan lebih banyak berterimakasih pada Tuhan.  
Te quiero, Sid ! <3

Tuesday, 3 July 2012

Bercerita Dengan Waktu

Ini bukan sebagian cerita dongeng yang sengaja aku tulis buat pengantar tidur. Ini bukan cerita fiktif ala-ala sinetron masa kini. Ini hanya gambaran perasaan seseorang yang entah harus berpacu dengan waktu untuk bisa menyampaikan setiap detik perasaannya yang terlalu luas untuk digambarkan. Ketika -aku - adalah orang yang hari ini cukup beruntung untuk hari ini karena bisa menguasai harimu dengan penuh canda tawa. Ketika sebut saja -aku- bermain dengan imajinasi tanpa batas dan berharap hari ini diberi Tuhan sedikit keajaiban yang nyata untuk membantumu tersenyum, maka benar, aku harus mengucapkan tanda kepada-Nya karena misi hari ini terpenuhi. Kamu adalah sebagian besar cerita dalam waktu yang tidak berhenti ini. Ketika Kamu menjadi alasan kuat untuk aku menulis dan berpacu dengan waktu untuk sekedar memaknai hidup ini. Kamu adalah pilar-pilar penyangga ketika aku bersikeras untuk jatuh dan tidak ber-asa. Aku hanya segelintir orang yang tidak bisa menggunakan logika, ketika dengan resahnya berjalan dengan berproses tanpa tujuan. Waktu semakin memaksaku untuk bercerita tentang bagian -bagian dimana sebuah harapan tergantung luas dan siap untuk dipanen. Tapi waktu tidak memintaku untuk terlalu bermain dan bercengkrama dengan asa dan harapan terlalu dekat. Mungkin karena waktu sudah terlalu sering terabaikan dan terbuang sia-sia diatas asa yang tergantung tidak pasti. Tapi kali ini aku hanya percaya pada apa yang kamu katakan. Ketika kamu menyuruhku untuk membuka celah kepercayaan yang aku sekat dengan rapatnya, aku membukanya dengan hati-hati. Tetaplah seperti ini. Ceritakan dan berkeinginanlah bertemu denganku. Bukan cuma kamu saja yang terdorong untuk saling mencari. Aku pun begitu. Berceritalah dengan waktu, agar ia tau betapa setianya dia untuk selalu melihat dan bahkan hanya untuk kita torehkan sebuah cerita usang yang akan disebut sebagai masa lalu. Tapi ini bukan tentang masa lalu. Ini adalah waktu dimana akan aku ceritakan masa-masa kita sekarang, nanti dan selamanya.


ik hou van je, Sid !

Monday, 2 July 2012

Kembali Searah

Detak jantung ini tidak berdetak secara normal ketika aku tau beberapa saat lagi akan bertemu dengan - Apa yang aku sebut kenyamanan. Itu kamu. Bukan orang lain atau tempat lain. Aku menebak-nebak apalagi yang akan terjadi ketika dengan kekalutan yang sama diantara hari-hari yang lalu aku rasakan, semoga Tuhan bersedia memberi kesempatan untuk bisa menariknya searah lagi denganku. Aku diam dengan memegang kuat semua imajinasi. Sukar untuk mengontrol hawa penyekat rindu yang sudah aku tali kuat-kuat. Ketika kamu tiba-tiba muncul dihadapan, aku berharap Tuhan tau apa yang aku rasa sekarang. Selamat datang kembali, selamat berjalan searah lagi denganku. Ketika kamu dengan gampangnya menorehkan sebuah senyuman yang sangat aku rindukan, seketika itu juga aku merasa terhempas dengan ringannya ke udara, bebas melawan semua atmosfir. Rasanya sudah lama sekali tidak menyapamu dalam kondisi ini. Bahkan mungkin ini adalah kondisi surga. Dimana kondisi ini adalah kondisi paling manusiawi dimana kedua orang saling mencintai tetapi bersikeras untuk tidak memiliki. Walaupun ini lebih buruk ribuan kali daripada patah hati, aku kira ini adalah sebuah proses. karena kamu adalah sisa-sisa keikhlasanku, ketika semua harapan sudah tidak ada celahnya lagi.


Welcome Back, Sid ! <3